بسم الله الرحمن الرحيم
Adab kita pas ke mesjid, di mesjid en di luar mesjid
♥Kita kudu tenang dan bersikap sopan or terhormat bila ngedatangi tempat shalat atw masjid.
♥Kita gak boleh tergesa-gesa or terburu-buru bila ngedatangi tempat shalat, seperti berlari-lari, meskipun udah iqamat.
♥Kita gak boleh berisik bila dah sampai di tempat shalat, sedangkan shalat (jama’ah) dah didirikan. Ini dapat mengganggu orang-orang yang sedang shalat berjama’ah.
♥Imam di masjid harus negur (memberikan pelajaran or nasehat) kepada para jama’ah (ma’mum) yang kelakuannya gak sopan di masjid, seperti berisik, ngeganggu orang shalat, shaf gak beres, ngelewatin orang yang sedang shalat, berdzikir dengan suara keras tu kan dapat ngeganggu orang yang sedang shalat atau belajar atau lain-lain.
♥Apapun raka’at shalat yang di dapat dari imam yah harus langsung shalat seperti yang didapat waktu itu.
♥Pas Imam selesai memberi salam ke kanan dan ke kiri, baru kita sempurnakan apa-apa yang tertinggal tadi.
♥ Nabi shallahu’alaihi wassalam menyukai kita bila kita mengucapkan do’a
“ALLAHUMMAJ ‘AL FI QALBY NUURAN dan seterusnya (yang artinya) : “Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya, dan didalam ucapanku cahaya, dan jadikanlah pada pendengaranku cahaya, dan jadikanlah pada penglihatanku cahaya, dan jadikanlah dari belakangku cahaya dan dari depanku cahaya, dan jadikanlah dari atasku cahaya, dan dari bawahku cahaya, ya Allah berikanlah kepadaku cahaya”. Bila kita pergi ke Masjid or keluar.
♥Disunatkan bila masuk mesjid kita mengucapkan
ALLAHUMMAF TAHLI ABWAABA RAHMATIKA
Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu.
Dan apabila keluar dari masjid disunatkan mengucapkan,
ALLAHUMMA IN-NI AS ALUKA MIN FADLIKA
Ya Allah,. sesungguhnya aku minta kepada-Mu dari karunia-Mu).
♥Disunatkan kita membaca do’a mohon perlindungan kepada Allah dari gangguan syaithan apabila memasuki masjid,
“AUDZU BILLAHIL ‘AZHIMI WABIWAJHIHIL KARIIMI WA SULTHANIHIL ADIIMI MINASY SYAITHANIR RAJIIM”
Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung dan dengan wajah-Nya yang Mulia serta kekuasaan-Nya yang tidak mendahuluinya, dari (gangguan) syaithan yang terkutuk
Dalil2nya
“Dari Abu Qatadah, ia berkata : Tatkala kami sedang shalat bersama Nabi Shalallahu’alaihi wassalam, tiba-tiba beliau mendengar suara berisik orang-orang (yang datang). Maka ketika Nabi telah selesai shalat, ia bertanya : “Ada apa urusan kamu tadi (berisik) ?”. Mereka menjawab : “Kami terburu-buru untuk turut (jama’ah)”, Nabi Shalallahu’alaihi wassalam berkata : “Janganlah kamu berbuat begitu !. Apabila kamu mendatangi shalat, hendaklah kamu berlaku tenang ! Apa yang kamu dapatkan (dari shalatnya Imam), maka shalatlah kamu (seperti itu) dan apa yang kamu ketinggalan, sempurnakanlah !”
(Hadits riwayat : Ahmad, Muslim dan Bukhari).
“Dari Abu Hurairah dari Nabi Shallahu’alaihi wassalam beliau bersabda : “Apabila kamu mendengar iqamat, maka pergilah kamu ke tempat shalat itu, dan kamu haruslah berlaku tenang dan bersikap sopan/terhormat, dan janganlah kamu tergesa-gesa, apa yang kamu dapatkan (dari shalatnya Imam), maka shalatlah kamu (seperti itu) dan apa yang kamu ketinggalan sempurnakanlah”.
(Hadits riwayat : Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Nasa’i & Ahmad).
“…..Kemudian muadzin adzan (Shubuh), lalu Nabi keluar ke (tempat) shalat (masjid), dan beliau mengucapkan : “ALLAHUMMAJ ‘AL FI QALBY NUURAN dan seterusnya (yang artinya) : “Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya, dan didalam ucapanku cahaya, dan jadikanlah pada pendengaranku cahaya, dan jadikanlah pada penglihatanku cahaya, dan jadikanlah dari belakangku cahaya dan dari depanku cahaya, dan jadikanlah dari atasku cahaya, dan dari bawahku cahaya, ya Allah berikanlah kepadaku cahaya”.
(Hadits riwayat : Muslim & Abu Dawud).
“Dari Abi Humaid atau dari Abi Usaid, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam : “Apabila salah seorang kamu masuk masjid, maka ucapkanlah : “ALLAHUMMAF TAHLI ABWAABA RAHMATIKA (Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu)”. Dan apabila keluar (dari masjid), maka ucapkanlah : “ALLAHUMMA IN-NI AS ALUKA MIN FADLIKA (Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepada-Mu dari karunia-Mu)”.
(Hadits riwayat : Muslim, Ahmad & Nasa’i).
“Dari Abdullah bin Amr bin Ash dari Nabi Shallahu’alaihi wassalam, bahwasanya Nabi Shallahu’alaihi wassalam, apabila masuk masjid, beliau mengucapkan : “AUDZU BILLAHIL ‘AZHIMI WABIWAJHIHIL KARIIMI WA SULTHANIHIL ADIIMI MINASY SYAITHANIR RAJIIM” (Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung dan dengan wajah-Nya yang Mulia serta kekuasaan-Nya yang tidak mendahuluinya, dari (gangguan) syaithan yang terkutuk)”. Nabi SAW berkata : Apabila ia mengucapkan demikian (do’a di atas), syaithanpun berkata : Dipeliharalah ia dari padaku sisa harinya”.
(Hadits riwayat Abu Dawud).